Haji (Bahasa Arab: حج; transliterasi: Hajj) adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, salat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Zulhijah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Zulhijah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.
Definisi
Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. [1] Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain. [2]
Latar belakang ibadah haji
Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. [2] Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.
Jenis ibadah haji
Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.
Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Di antara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.[3][1]
Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.[1]
Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.
Kegiatan ibadah haji

Seorang haji di masa Hindia Belanda (litografi berdasarkan gambar oleh Auguste van Pers, 1854)
Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:
Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
8 Zulhijah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Zulhijah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
10 Zulhijah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).
Lokasi utama dalam ibadah haji
Makkah Al Mukaromah
Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka'bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji.
Arafah
Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatu tempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.
Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina.

Rute yang dilalui oleh jamaah dalam ibadah haji
Mina
Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.
Madinah
Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Lihat foto-foto keadaan dan kegiatan dalam masjid ini.
Haji Arbain
Haji Arbain (bahasa Arab: اربعين arba'in, artinya "empat puluh") adalah ibadah haji yang disertai dengan salat fardhu sebanyak 40 kali di Masjid An-Nabawi Madinah tanpa terputus. Ibadah ini seringkali dikerjakan oleh jamaah haji dari Indonesia. Dalam pelaksanaannya, mereka setidak-tidaknya tinggal di Madinah saat haji selama 8 atau 9 hari, dan dengan perhitungan sehari akan salat wajib sebanyak 5 kali dan selama 8 atau 9 hari maka akan tercukupi jumlah 40 kali salat wajib tanpa terputus.
Tempat bersejarah
Berikut ini adalah tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan rukun haji, namum biasa dikunjungi oleh para jemaah haji atau peziarah lainnya[4]:
Jabal Nur dan Gua Hira
Jabal Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Jabal Tsur
Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1.5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah.
Bagian dari serial dalam keyakinan Islam:
Aqidah

Rukun Islam (Sunni)
Syahādah - Pernyataan keyakinan
Ṣalāt - Sembahyang
Zakāh - Membayar sedekah wajib
Ṣaum - Berpuasa selama bulan Ramadan
Haji - Melakukan serangkaian ibadah di Mekkah
Rukun Iman (Sunni)
Allāh - Tawhīd
Malaikat - Keberadaan dan tugasnya
Kitab Allāh - Shuhuf dan kitab
Nabi dan Rasul - Syariat agama
Hari Akhir - Hari Pembalasan
Qada dan Qadar - Ketentuan dan takdir
Lainnya
Eskatologi Islam.
Kotak ini: lihat • bicara • sunting
Jabal Rahmah
Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam as dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad saw, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.
Jabal Uhud
Letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad saw. Kecintaan Rasulullah saw pada para syuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi.
Makam Baqi'
Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi', letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makam Utsman bin Affan ra, para istri Nabi, putra dan putrinya, dan para sahabat dimakamkan. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini dengan makam yang ada di Indonesia, terutama dalam hal peletakan batu nisan.
Masjid Qiblatain
Pada masa permulaan Islam, kaum muslimin melakukan salat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi Muhammad saw melakukan salat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat salat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.
Embarkasi haji di Indonesia
Embarkasi haji di Indonesia dibagi dalam 12 kelompok:
Embarkasi Banda Aceh
Embarkasi Batam
Embarkasi Medan
Embarkasi Padang
Embarkasi Palembang
Embarkasi Jakarta
Embarkasi Bekasi
Embarkasi Solo
Embarkasi Surabaya
Embarkasi Banjarmasin
Embarkasi Balikpapan
Embarkasi Makassar
Rekaman tragedi ibadah haji
Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Makkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.
4 Desember 1979: 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis mencoba membebaskan Masjidil Haram yang disandera sekelompok militan selama dua minggu.
31 Juli 1987: 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden itu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.
10 Juli 1989: satu jamaah tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram. Akibatnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati.
15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah.
2 Juli 1990: 1.426 jamaah tewas kebanyakan dari Asia akibat terperangkap di dalam terowongan Mina.
24 Mei 1994: 270 jamaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.
7 Mei 1995: tiga jamaah tewas akibat kebakaran di Mina.
15 April 1997: 343 jamaah tewas dan 1.500 lainnya terluka karena kehabisan napas karena terjebak di dalam kebakaran tenda di Mina.
9 April 1998: 118 jamaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumroh.
5 Maret 2001: 35 jamaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.
11 Februari 2003: 14 jamaah tewas di Jumrotul Mina – enam di antaranya wanita.
1 Februari 2004: Sebanyak 251 jamaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.
23 Januari 2005: 29 jamaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.
5 Januari 2006: Sebanyak 76 tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.
12 Jan 2006: Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Insiden ini terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat usai salat Zuhur, setelah jutaan jamaah saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat.
Trivia
Istilah Haji pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa, bermakna "raja bawahan". Dalam kesusastraan Jawa Baru, istilah Haji atau Aji masih tetap bermakna "raja".
Adapun bahasa Jawa untuk Hajj (rukun Islam) adalah Kaji.

Ritual haji, rukun Islam yang kelima.

Padang Arafah pada musim haji.
Referensi
^ a b c Nogarsyah Moede Gayo, Pustaka pintar haji dan umrah, Inovasi, Jakarta:2003
^ a b Sundarmi Burkan Saleh, Pedoman haji, umrah, dan ziarah, Senayan Abadi Publishing, Jakarta:2003
^ HR. Ahmad, al-Bukhari, Muslim dan Malik dari 'Aisyah RA
^ Ust. H. Bobby Herwibowo, Lc. & Hj. Indriya R. Dani, S.E., Panduan Pintar Haji & Umrah. "QultumMedia. Jakarta. 2008."
Senin, 31 Oktober 2011
Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.
Sejarah
Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.
Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.
Sejarah
Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.
Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.
Demi menutupi kehidupan dua cucunya yang ditinggal ayahnya, Mursih (75) warga Rt3/Rw13 Desa Panyadap Kec Colokan Jeruk Kab. Bandung rela menjual bahkan menggadaikan harta bendanya. Mursih sendiri hidup sebatang kara, jauh dari sanak saudara, untuk makan saja susah kalau tidak ada pemberian dari tetangga yang ikhlas melalui uluran tangan dari tetangganya.
“Saya punya tiga anak semuanya laki-laki. Anak pertama Nedi menikah tidak lama setelah menikah, ia meninggal dan yang kedua jauh dari tempat tinggal saya. Yang paling kecil, Syarif, setelah menikah dan mempunyai dua orang anak berusia 2 tahun dan kurang dari 2 tahun, ditinggalkan ayahnya,” kata Mursih, Rabu (22/6).
Semenjak usia 2 tahun, kedua cucunya tinggal bersamanya, hingga dewasa dan menikah. Dalam perjuangan membesarkan kedua cucunya, ia membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara, dirinya tidak punya pekerjaan atau usaha. Otomatis barang yang ada ia lelang, termasuk tanah yang ditempatinya kini.
Tanah seluas 7 tumbak, ia jual separonya dan lama kelamaan sisa tanahnya habis karena sering minjem uang sama tetangga untuk menutupi biaya sehari-hari Rumah panggung (bilik) yang berukuran 3×4 pun kondisinya sudah keropos.
Kasih sayang yang diberikan pada kedua cucunya tersebut, sama sekali tidak ada. Karena mereka jauh dan hidup sama susahnya. Kini dirinya tinggal sendirian dan hanya menunggu belas kasihan orang lain.
“Buat makan saja saya sulit paling tiap bulan cuman dapat 4 liter beras, saya sedih jauh dari keluarga jalan aja susah,”akunya sambil menangis.
Selama 15 tahun ditinggalkan suaminya menghadap Sang Ilahi, kini Mursih tinggal sendiri. Sementara numpang di tanah tetangganya yang masih mau membantunya.
Menurut Rina Marlina (34), tetangganya paling dekat, dengan kondisi yang sudah sangat memprihatinkan jauh dari keluarga. Kondisi Mursih saat ini yang kurang pendengaran juga penglihatan sangatlah miris.
“Saya kasihan melihat nenek Mursih, kalau lagi dirumah saya perhatikan, dan barusan saja saya kasih makan. Tadinya kami bersama Ketua RW sudah sepakat mau di panti sosialkan, namun neneknya menolak karena sudah betah disini, cuman apakah masih ada kepedulian dari dermawan atau pemerintah yang prihatin terhadap jompo yang tidak punya apa-apa,“ katanya.
Ketua RW13 Uro (60), mengaku hingga kini belum mendapatkan bantuan dari siapapun termasuk pemerintah untuk penyandang jompo, kecuali dari tetangga dekat itu juga untuk makan saja.
“Kalau saya hanya RW tidak punya dana untuk itu, kecuali bantuan untuk makan saya jatahkan 4 liter dari raskin, sementara dari pihak desa juga tidak ada bantuan,” ungkapnya.
Dirinya selaku pemerintah setempat mengharapkan ada perhatian buat warganya, baik dari pemerintah desa maupun kabupaten.
Sementara itu, Iyan Sopian ( 30), mengaku sempat mau membawa ke panti jompo, namun Mursih menolak karena mursih mengaku merasa dibuang oleh tetangganya sendiri. Dan tetangga pun tidak bisa memaksa, akhirnya tetap dibiarkan tinggal bersama.
“Namun kami mengharapkan pemerintah peduli terhadap jompo, apalagi warga tidak mampu,” pintanya.
“Saya punya tiga anak semuanya laki-laki. Anak pertama Nedi menikah tidak lama setelah menikah, ia meninggal dan yang kedua jauh dari tempat tinggal saya. Yang paling kecil, Syarif, setelah menikah dan mempunyai dua orang anak berusia 2 tahun dan kurang dari 2 tahun, ditinggalkan ayahnya,” kata Mursih, Rabu (22/6).
Semenjak usia 2 tahun, kedua cucunya tinggal bersamanya, hingga dewasa dan menikah. Dalam perjuangan membesarkan kedua cucunya, ia membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara, dirinya tidak punya pekerjaan atau usaha. Otomatis barang yang ada ia lelang, termasuk tanah yang ditempatinya kini.
Tanah seluas 7 tumbak, ia jual separonya dan lama kelamaan sisa tanahnya habis karena sering minjem uang sama tetangga untuk menutupi biaya sehari-hari Rumah panggung (bilik) yang berukuran 3×4 pun kondisinya sudah keropos.
Kasih sayang yang diberikan pada kedua cucunya tersebut, sama sekali tidak ada. Karena mereka jauh dan hidup sama susahnya. Kini dirinya tinggal sendirian dan hanya menunggu belas kasihan orang lain.
“Buat makan saja saya sulit paling tiap bulan cuman dapat 4 liter beras, saya sedih jauh dari keluarga jalan aja susah,”akunya sambil menangis.
Selama 15 tahun ditinggalkan suaminya menghadap Sang Ilahi, kini Mursih tinggal sendiri. Sementara numpang di tanah tetangganya yang masih mau membantunya.
Menurut Rina Marlina (34), tetangganya paling dekat, dengan kondisi yang sudah sangat memprihatinkan jauh dari keluarga. Kondisi Mursih saat ini yang kurang pendengaran juga penglihatan sangatlah miris.
“Saya kasihan melihat nenek Mursih, kalau lagi dirumah saya perhatikan, dan barusan saja saya kasih makan. Tadinya kami bersama Ketua RW sudah sepakat mau di panti sosialkan, namun neneknya menolak karena sudah betah disini, cuman apakah masih ada kepedulian dari dermawan atau pemerintah yang prihatin terhadap jompo yang tidak punya apa-apa,“ katanya.
Ketua RW13 Uro (60), mengaku hingga kini belum mendapatkan bantuan dari siapapun termasuk pemerintah untuk penyandang jompo, kecuali dari tetangga dekat itu juga untuk makan saja.
“Kalau saya hanya RW tidak punya dana untuk itu, kecuali bantuan untuk makan saya jatahkan 4 liter dari raskin, sementara dari pihak desa juga tidak ada bantuan,” ungkapnya.
Dirinya selaku pemerintah setempat mengharapkan ada perhatian buat warganya, baik dari pemerintah desa maupun kabupaten.
Sementara itu, Iyan Sopian ( 30), mengaku sempat mau membawa ke panti jompo, namun Mursih menolak karena mursih mengaku merasa dibuang oleh tetangganya sendiri. Dan tetangga pun tidak bisa memaksa, akhirnya tetap dibiarkan tinggal bersama.
“Namun kami mengharapkan pemerintah peduli terhadap jompo, apalagi warga tidak mampu,” pintanya.
RAHASIA DUNIA MALAM
Hanya ada satu meja resepsionis, tanpa petugas yang berjaga dalam ruangan sederhana berlampu remang-remang. Tengah pekan pada akhir Januari lalu, saat malam masih muda, ruang tamu sebuah lokasi hiburan di pusat Kota Bandung itu dihangatkan beberapa penerima tamu berbaju seksi yang siap mengantar tamu ke etalase perempuan penghibur. Itulah secuplik dunia malam Kota Bandung, yang gelegaknya terus berdenyut hingga dini hari, dan tiap hari pula.
“Silakan, pak… Mari kita lihat,” tutur salah seorang dari penerima tamu, sembari mengajak menyusuri lorong remang-remang, yang lebarnya hanya sekitar satu meter. Perjalanan berakhir di luar sebuah kamar terang benderang, dengan belasan perempuan berbaju seronok, berikut nomor di dada.
Di sinilah pasar hiburan malam Kota Kembang, yang menyediakan hiburan bagi hasrat lelaki. Para tamu, tentu saja pria, mengintip para perempuan lewat jendela nako. Para perempuan yang berdandan secantik dan seseksi mungkin itu pun siap ”bertugas” jika nomornya terpilih dan dipanggil si penerima tamu.
Sembari menggaet tangan si tamu, perempuan penerima tamu itu gesit mencarikan kamar, atau lebih tepat dinamai bilik. Luasnya hanya 2 x 2 meter berikut kamar mandi di dalamnya. Dindingnya tripleks yang dicat kuning, selaras dengan lampu remang-remang, satu-satunya lampu di situ, yang juga berwarna kuning. Hanya ada satu kasur sederhana, serta meja di ujung kamar, plus kaca rias.
Di kamar apa adanya itulah transaksi tiap malam berputar. Ris, sebut saja demikian, adalah salah satu perempuan di rumah hiburan itu. “Saya sudah enam bulan di sini. Sudah termasuk senior, karena yang lain kebanyakan baru beberapa minggu,” kata wanita asal Cirebon berusia 36 tahun itu.
Sekali diservis, lanjut Ris, tamu dipungut Rp 250.000. Itu biaya untuk sewa bilik beserta pelayanan si penghibur. Ris keberatan menyebut berapa rupiah yang ia peroleh dari Rp 250.000 itu. Yang pasti, selain mendapat uang dari biaya resmi, ia kerap menerima tip dari tamu yang puas dengan pelayanannya. Nilainya, bervariasi antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000, tergantung belas kasih si tamu.
Selain ruang berkaca “etalase” itu, tersedia pula sebuah kafe sederhana yang bisa berfungsi sebagai arena transaksi. Di kafe yang juga remang-remang itu, pria yang datang, segera disambut perempuan yang siap menemani minum. Percakapan apa yang terjadi selama minum? Bisa ke mana-mana. Termasuk, bisa berakhir dengan kesesuaian harga, dan semuanya selesai di bilik mini itu.
Pusat hiburan ini tanpa embel-embel, apakah dia panti pijat, spa, atau karaoke. “Kalau menyebut panti pijat, kan memang di sini tidak menawarkan pijat,” tutur Ris. Semua aktivitas di pusat hiburan itu berakhir pukul 02.00 dini hari, dan dimulai pukul 12.00. Saat dimulai tengah hari itu, tutur Ris, hanya satu-dua penghibur yang berjaga. “Maklum, di sini makin malam makin ramai,” tambahnya lagi.
Pemandu lagu
Hiburan malam versi lain di Bandung, persis juga dengan di Jakarta, berupa arena karaoke plus. Kata “plus” di sini mengacu pada istilah perempuan pemandu lagu, biasa disingkat PL. Lagi-lagi, di tempat karaoke plus seperti ini, tamu yang datang melulu pria. Itu tak lain karena semua pemandu lagu adalah wanita. Kebanyakan tamu datang berombongan, tiga hingga lima orang.
Heri J, seorang karyawan swasta di Bandung, misalnya, kala itu datang di karaoke plus “B” di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, bersama dua teman kerjanya. “Sebelumnya sudah pernah sekali datang ke sini, jadi ini yang kedua. Ya, sekadar melepas stres setelah berminggu-minggu bekerja. Wajar kan,” ujar pria berkaca mata itu.
Mirip dengan arena hiburan di pusat kota yang telah disinggung di muka, arena karaoke ini juga menyediakan “akuarium” PL yang segera ditawarkan untuk dilihat para tamu. “Sekarang ini yang datang memang cuma sedikit. Tetapi semuanya kualitas top,” kata seorang pria kenes mempromosikan delapan perempuan di dalam kamar berkaca lebar itu. Setelah masing-masing memilih pemandu lagu, mereka lalu masuk ke ruang karaoke, disusul pemandu yang sudah dipilih.
Bertukar nomor telepon genggam antara pemandu lagu dengan para tamu, sudah biasa. Setidaknya itulah yang dituturkan Vire, salah seorang pemandu lagu di arena karaoke "B." "Kalau sudah cocok dan enjoy dengan tamu, kami bisa saja janjian ketemu setelah di ruang karaoke. Apa pun bisa terjadi," tutur Vire, yang baru berusia 26 tahun, dan sudah berstatus janda beranak satu.
Kisah sehari-hari seorang pemandu lagu juga diungkapkan Ativ. “Dua malam berturut-turut saya mabuk, karena tamu banyak, dan mereka buka botol juga. Eh, sekarang mabuk lagi,” kata Ativ, sambil menuangkan minuman berkadar alkohol hampir 40 persen ke gelas tamu-tamunya. “Kalau mau minum, emang pasnya sama saya. Dijamin asyik deh,” janji perempuan yang juga berusia 20-an tahun itu.
Ativ dan teman-temannya tidak hanya berkesempatan meminum minuman yang sama dengan tamunya. Dia bebas memesan apa pun tanpa persetujuan tamu. Biasanya, mereka memesan sebungkus rokok dan air mineral. Nanti-nanti, tambah lagi lainnya. Sang tamu pun cuma bisa menandatangani bon pesanan Ativ tanpa tahu perkiraan harganya. Selain itu, mereka juga bisa menyanyi lagu pilihan sendiri.
Dengan honor PL ditetapkan Rp 240.000,00 per orang, rombongan tamu bisa merogoh koceknya hingga Rp 2 juta lebih untuk menyanyi bersama PL selama 3 jam. Hitung saja harga minuman yang biasa ditawarkan dan disajikan di pusat karaoke “B.” Misalnya, paket 2 Chivas seharga Rp 900.000, yang setelah ditambah pajak dan biaya servis Rp 180.000, menjadi Rp 1.080.000,00. Satu pitcher Coca Cola? Siapkan Rp 226.000.
Seiring dengan makin larutnya malam, perbincangan menghangat. Bermacam pengakuan pun meluncur, baik dari tamu maupun PL. Ativ, misalnya, sempat menuturkan betapa ia sedih mengingat hancurnya cita-cita masa kecil. “Sejak kecil cita-cita saya sebenarnya ingin jadi dokter. Sampai sekarang pun masih memendam cita-cita itu. Makanya, setelah adik saya diterima di Fakultas Kedokteran, saya semangat membiayai. Ibu dan adik saya nggak tahu saya kerja di sini,” katanya sembari mengusap air mata yang tiba-tiba menetes di pipi.
Saat siang
Bagaimana jika siang hari? Ada saja hiburan. Salah satunya berupa servis di panti pijat eksklusif. Tarifnya? Tidak mahal-mahal amat. Untuk kamar standar, atau yang termurah misalnya, cukup Rp 150.000. Bila sedang beruntung, Anda bisa mendapat potongan harga Rp 50.000. Ada dua kelas kamar lagi yang lebih mahal, yakni deluxe dan VIP. Kedua kamar ini “terisolir”, tidak berjajar seperti kamar stándar, yang memungkinkan bisa mendengar suara percakapan kamar sébelah.
Kamar stándar itu hanya 4 x 1 meter dengan suasana cukup privat, seperti lampu remang-remang dan korden tertutup rapat. Setelah menunggu beberapa saat di kasur pijat, gadis pemijat akan datang. Mengenakan rok mini dan blus ketat, si gadis akan memperkenalkan diri dengan suara lembut plus manja, sebelum memijat seluruh tubuh.
Seperti dituturkan Tin, bukan nama sebenarnya, pemijat asal Sukabumi yang usianya belum menginjak 25 tahun. Ia bekerja di panti pijat eksklusif itu sudah tiga bulan, bersamaan dengan pembukaan panti tersebut. “Waktu itu ada saudara yang menginformasikan adanya lowongan di sini,” tutur Tin.
Setelah dilatih, Tin pun bekerja melayani tamu-tamu panti. “Enak nggak enak sih,” ujar Tin yang berambut sebahu. Enaknya, jika si tamu mau diajak ngobrol sehingga sembari ia memijat, tidak merasa bosan. Yang membuatnya malas, bila tamunya hanya nyenyak tertidur. Jika itu yang terjadi, Tin akan jenuh, karena selama dia memijat, total butuh 90 menit, ia hanya akan mendengar dengkur si tamu.
Bandung, yang berhawa sejuk dan dikenal punya banyak aset wisata, mulai dari wisata alam, ilmu pengetahuan, belanja, dan kuliner, juga mengandalkan kawasan-kawasan hiburan untuk menggenjot pendapatan daerahnya. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandung mengklasifikan kawasan hiburan dengan 15 kategori, antara lain meliputi bioskop, diskotek, karaoke, klab malam, panti pijat, kolam renang, dan insidental kesenian (termasuk di dalamnya konser musik).
Menurut Sekretaris Dispenda Kota Bandung, Hendar, realisasi penerimaan daerah dari bisnis hiburan pada 2010, melebihi target. “Semula, penerimaan dari hiburan pada 2010 kami targetkan Rp 25 miliar. Tetapi realisasinya mencapai Rp 25,32 miliar. Makanya 2011 ini target dinaikkan menjadi Rp 30 miliar,” tutur Hendar.
Yang menarik, di antara beberapa pusat hiburan yang penghasilannya melebihi target, dua di antaranya adalah karaoke dan panti pijat. Karaoke yang ditargetkan menggaet Rp 7,9 miliar, ternyata meraih Rp 8,4 miliar. Sedangkan panti pijat, dari target awal Rp 2,2 miliar, menerima Rp 2,3 miliar. Ini Bandung, bung. Kota dengan turis yang terus berdatangan, dan mereka nyata-nyata ingin terus dihibur.
“Silakan, pak… Mari kita lihat,” tutur salah seorang dari penerima tamu, sembari mengajak menyusuri lorong remang-remang, yang lebarnya hanya sekitar satu meter. Perjalanan berakhir di luar sebuah kamar terang benderang, dengan belasan perempuan berbaju seronok, berikut nomor di dada.
Di sinilah pasar hiburan malam Kota Kembang, yang menyediakan hiburan bagi hasrat lelaki. Para tamu, tentu saja pria, mengintip para perempuan lewat jendela nako. Para perempuan yang berdandan secantik dan seseksi mungkin itu pun siap ”bertugas” jika nomornya terpilih dan dipanggil si penerima tamu.
Sembari menggaet tangan si tamu, perempuan penerima tamu itu gesit mencarikan kamar, atau lebih tepat dinamai bilik. Luasnya hanya 2 x 2 meter berikut kamar mandi di dalamnya. Dindingnya tripleks yang dicat kuning, selaras dengan lampu remang-remang, satu-satunya lampu di situ, yang juga berwarna kuning. Hanya ada satu kasur sederhana, serta meja di ujung kamar, plus kaca rias.
Di kamar apa adanya itulah transaksi tiap malam berputar. Ris, sebut saja demikian, adalah salah satu perempuan di rumah hiburan itu. “Saya sudah enam bulan di sini. Sudah termasuk senior, karena yang lain kebanyakan baru beberapa minggu,” kata wanita asal Cirebon berusia 36 tahun itu.
Sekali diservis, lanjut Ris, tamu dipungut Rp 250.000. Itu biaya untuk sewa bilik beserta pelayanan si penghibur. Ris keberatan menyebut berapa rupiah yang ia peroleh dari Rp 250.000 itu. Yang pasti, selain mendapat uang dari biaya resmi, ia kerap menerima tip dari tamu yang puas dengan pelayanannya. Nilainya, bervariasi antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000, tergantung belas kasih si tamu.
Selain ruang berkaca “etalase” itu, tersedia pula sebuah kafe sederhana yang bisa berfungsi sebagai arena transaksi. Di kafe yang juga remang-remang itu, pria yang datang, segera disambut perempuan yang siap menemani minum. Percakapan apa yang terjadi selama minum? Bisa ke mana-mana. Termasuk, bisa berakhir dengan kesesuaian harga, dan semuanya selesai di bilik mini itu.
Pusat hiburan ini tanpa embel-embel, apakah dia panti pijat, spa, atau karaoke. “Kalau menyebut panti pijat, kan memang di sini tidak menawarkan pijat,” tutur Ris. Semua aktivitas di pusat hiburan itu berakhir pukul 02.00 dini hari, dan dimulai pukul 12.00. Saat dimulai tengah hari itu, tutur Ris, hanya satu-dua penghibur yang berjaga. “Maklum, di sini makin malam makin ramai,” tambahnya lagi.
Pemandu lagu
Hiburan malam versi lain di Bandung, persis juga dengan di Jakarta, berupa arena karaoke plus. Kata “plus” di sini mengacu pada istilah perempuan pemandu lagu, biasa disingkat PL. Lagi-lagi, di tempat karaoke plus seperti ini, tamu yang datang melulu pria. Itu tak lain karena semua pemandu lagu adalah wanita. Kebanyakan tamu datang berombongan, tiga hingga lima orang.
Heri J, seorang karyawan swasta di Bandung, misalnya, kala itu datang di karaoke plus “B” di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, bersama dua teman kerjanya. “Sebelumnya sudah pernah sekali datang ke sini, jadi ini yang kedua. Ya, sekadar melepas stres setelah berminggu-minggu bekerja. Wajar kan,” ujar pria berkaca mata itu.
Mirip dengan arena hiburan di pusat kota yang telah disinggung di muka, arena karaoke ini juga menyediakan “akuarium” PL yang segera ditawarkan untuk dilihat para tamu. “Sekarang ini yang datang memang cuma sedikit. Tetapi semuanya kualitas top,” kata seorang pria kenes mempromosikan delapan perempuan di dalam kamar berkaca lebar itu. Setelah masing-masing memilih pemandu lagu, mereka lalu masuk ke ruang karaoke, disusul pemandu yang sudah dipilih.
Bertukar nomor telepon genggam antara pemandu lagu dengan para tamu, sudah biasa. Setidaknya itulah yang dituturkan Vire, salah seorang pemandu lagu di arena karaoke "B." "Kalau sudah cocok dan enjoy dengan tamu, kami bisa saja janjian ketemu setelah di ruang karaoke. Apa pun bisa terjadi," tutur Vire, yang baru berusia 26 tahun, dan sudah berstatus janda beranak satu.
Kisah sehari-hari seorang pemandu lagu juga diungkapkan Ativ. “Dua malam berturut-turut saya mabuk, karena tamu banyak, dan mereka buka botol juga. Eh, sekarang mabuk lagi,” kata Ativ, sambil menuangkan minuman berkadar alkohol hampir 40 persen ke gelas tamu-tamunya. “Kalau mau minum, emang pasnya sama saya. Dijamin asyik deh,” janji perempuan yang juga berusia 20-an tahun itu.
Ativ dan teman-temannya tidak hanya berkesempatan meminum minuman yang sama dengan tamunya. Dia bebas memesan apa pun tanpa persetujuan tamu. Biasanya, mereka memesan sebungkus rokok dan air mineral. Nanti-nanti, tambah lagi lainnya. Sang tamu pun cuma bisa menandatangani bon pesanan Ativ tanpa tahu perkiraan harganya. Selain itu, mereka juga bisa menyanyi lagu pilihan sendiri.
Dengan honor PL ditetapkan Rp 240.000,00 per orang, rombongan tamu bisa merogoh koceknya hingga Rp 2 juta lebih untuk menyanyi bersama PL selama 3 jam. Hitung saja harga minuman yang biasa ditawarkan dan disajikan di pusat karaoke “B.” Misalnya, paket 2 Chivas seharga Rp 900.000, yang setelah ditambah pajak dan biaya servis Rp 180.000, menjadi Rp 1.080.000,00. Satu pitcher Coca Cola? Siapkan Rp 226.000.
Seiring dengan makin larutnya malam, perbincangan menghangat. Bermacam pengakuan pun meluncur, baik dari tamu maupun PL. Ativ, misalnya, sempat menuturkan betapa ia sedih mengingat hancurnya cita-cita masa kecil. “Sejak kecil cita-cita saya sebenarnya ingin jadi dokter. Sampai sekarang pun masih memendam cita-cita itu. Makanya, setelah adik saya diterima di Fakultas Kedokteran, saya semangat membiayai. Ibu dan adik saya nggak tahu saya kerja di sini,” katanya sembari mengusap air mata yang tiba-tiba menetes di pipi.
Saat siang
Bagaimana jika siang hari? Ada saja hiburan. Salah satunya berupa servis di panti pijat eksklusif. Tarifnya? Tidak mahal-mahal amat. Untuk kamar standar, atau yang termurah misalnya, cukup Rp 150.000. Bila sedang beruntung, Anda bisa mendapat potongan harga Rp 50.000. Ada dua kelas kamar lagi yang lebih mahal, yakni deluxe dan VIP. Kedua kamar ini “terisolir”, tidak berjajar seperti kamar stándar, yang memungkinkan bisa mendengar suara percakapan kamar sébelah.
Kamar stándar itu hanya 4 x 1 meter dengan suasana cukup privat, seperti lampu remang-remang dan korden tertutup rapat. Setelah menunggu beberapa saat di kasur pijat, gadis pemijat akan datang. Mengenakan rok mini dan blus ketat, si gadis akan memperkenalkan diri dengan suara lembut plus manja, sebelum memijat seluruh tubuh.
Seperti dituturkan Tin, bukan nama sebenarnya, pemijat asal Sukabumi yang usianya belum menginjak 25 tahun. Ia bekerja di panti pijat eksklusif itu sudah tiga bulan, bersamaan dengan pembukaan panti tersebut. “Waktu itu ada saudara yang menginformasikan adanya lowongan di sini,” tutur Tin.
Setelah dilatih, Tin pun bekerja melayani tamu-tamu panti. “Enak nggak enak sih,” ujar Tin yang berambut sebahu. Enaknya, jika si tamu mau diajak ngobrol sehingga sembari ia memijat, tidak merasa bosan. Yang membuatnya malas, bila tamunya hanya nyenyak tertidur. Jika itu yang terjadi, Tin akan jenuh, karena selama dia memijat, total butuh 90 menit, ia hanya akan mendengar dengkur si tamu.
Bandung, yang berhawa sejuk dan dikenal punya banyak aset wisata, mulai dari wisata alam, ilmu pengetahuan, belanja, dan kuliner, juga mengandalkan kawasan-kawasan hiburan untuk menggenjot pendapatan daerahnya. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandung mengklasifikan kawasan hiburan dengan 15 kategori, antara lain meliputi bioskop, diskotek, karaoke, klab malam, panti pijat, kolam renang, dan insidental kesenian (termasuk di dalamnya konser musik).
Menurut Sekretaris Dispenda Kota Bandung, Hendar, realisasi penerimaan daerah dari bisnis hiburan pada 2010, melebihi target. “Semula, penerimaan dari hiburan pada 2010 kami targetkan Rp 25 miliar. Tetapi realisasinya mencapai Rp 25,32 miliar. Makanya 2011 ini target dinaikkan menjadi Rp 30 miliar,” tutur Hendar.
Yang menarik, di antara beberapa pusat hiburan yang penghasilannya melebihi target, dua di antaranya adalah karaoke dan panti pijat. Karaoke yang ditargetkan menggaet Rp 7,9 miliar, ternyata meraih Rp 8,4 miliar. Sedangkan panti pijat, dari target awal Rp 2,2 miliar, menerima Rp 2,3 miliar. Ini Bandung, bung. Kota dengan turis yang terus berdatangan, dan mereka nyata-nyata ingin terus dihibur.
Rabu, 19 Oktober 2011
power of love
Menikah/Pacaran dengan yang lebih tua, muda atau sepantar? Usia/umur pas pasangan cowok & cewek?
Tue, 28/10/2008 - 1:18am — jelena-nanana Sebaiknya kita itu berpacaran dengan pasangan yang beda usia / umur berapa tahun? Kalau pacaran hanya untuk senang-senang atau pembelajaran saja sih aku rasa selama perbedaan usia tidak lebih dari 10 tahun itu wajar dan sah saja. Tapi berapa ya umur yang pas buat yang laki-laki dan perempuan kalau untuk serius menikah?- Ada yang bilang usia pria sebaiknya tiga tahun lebih tua dari pada si wanita.
- Ada juga yang bilang suami sebaiknya lima tahun lebih tua atau lebih dari si istri.
- Kalau jaman sekarang katanya lagi ngetrend nikah / kawin dengan pasangan yang seumuran / seusia / sepantaran.
- Ada yang punya pandangan bahwa pasangan suami isteri alias pasutri itu tidak dibatasi umur sehingga istri bisa lebih tua daripada suami.
Tapi masalahnya cinta itu buta banget. Kalau sudah senang sama senang, suka sama suka apa pun bisa terjadi. Uang dan harta pun bisa bicara kalau urusannya sudah menyangkut cinta materi. Bapak-bapak usia tua pun bisa menikah dengan anak gadis ingusan yang baru lulus SD.
Aku jadi bingung nih?
Gimana menurut pandangan teman-teman semua tentang masalah ? Mana yang lebih bagus?
hubungan yang tidak disetujui orang tua
cintaMemiliki kekasih yang Anda harapkan menjadi pendamping hidup Anda atau seseorang yang Anda harapkan akan menjadi teman Anda menghabiskan sisa hidup Anda, memang merupakan hal yang sangat indah. Namun manusia hanya ditakdirkan untuk merencakan, Alloh-lah yang menentukan segalanya, termasuk mulusnya hubungan Anda dan pasangan. Bagaimana bila ternyata orang tua Anda atau orang tua kekasih Anda tidak menyetujuinya? Mungkin Anda seakan-akan tengah berhadapan tembok besar yang kokoh dan mustahil untuk diruntuhkan. Berikut ini adalah Tips Mengatasi Hubungan Yang Tidak Disetujui:
Tips Mengatasi Hubungan Yang Tidak Disetujui
1. Cari Penyebabnya. Sebelum Anda melangkah lebih jauh, ada baiknya berusaha untuk memahami apa sebenarnya penyebab orang tua Anda tidak menyetujui hubungan Anda dan tidak menyukai pacar Anda yang sangat Anda sayangi tersebut, mungkin karena fisiknya, sikapnya, pergaulannya, pekerjaannya, atau keyakinananya atau bahkan kekayaannya.
2. Coba Berkompromi dan Jangan Menutup Hati. Langkah selanjutnya adalah upaya Anda untuk menjembatani perbedaan atau kekurangan yang ada tersebut –tentu saja sejauh Anda mampu. Misalnya apakah pacara Anda bisa memperbaiki cara bergaulnya, berusaha mencari peluang kerja yang lebih baik atau memperbaiki penampilan fisiknya. Sebaliknya, Anda juga jangan menutup hati dan gelap mata menganggap pacar Anda adalah yang terbaik bagi Anda. Cinta memang membutakan, namun cinta kadang juga memiliki expiry date ada saatnya –cinta sesaat yang menggebu bisa luntur oleh waktu pula. Gunakan acuan ini untuk membuka hati Anda bahwa pacar Anda bukan harga mati bagi hidup Anda dan sebaliknya orangtua Anda (mungkin) memiliki pertimbangan realistis yang terbaik untuk masa depan Anda.
3. Gunakan Second Opinion. Ada baiknya Anda mengurangi konflik langsung dengan kedua orang tua Anda dengan mencoba meminta ‘bantuan’ dari orang-orang terdekat mereka seperti kakek, nenek, saudara terdekat atau rekan-rekan orang tua Anda. Sampaikan pada mereka bahwa Anda sangat menyayangi pacar Anda. Minta tolonglah pada mereka untuk melakukan pendekatan kepada orang tua Anda. Mereka –para kolega- akan menjadi second opinion bagi orang tua Anda untuk mengambil keputusan melarang atau mengijunkan hubungan Anda.
4. Bersabar. Setelah usaha yang telah Anda lakukan, selalu saja mentah dan nihil hasinya, maka ada masanya Anda memang harus bersabar, menunggu hati ayah-ibu Anda luluh terhadap kegigihan hubungan Anda. Beberapa mekanisme yang dapat ditempuh dalam rangka mencairkan hati orang tua misalnya adalah pacar Anda -tanpa mengenal lelah hati- tetap membantu dan terus menyayangi Anda di kala Anda tengah mengalami kesulitan, pacar Anda tetap menghormati ayah-ibu Anda meski apapun perlakuan yang ia terima, atau orang tuanya yang senantiasa mencoba menjalin tali silaturahmi dengan orang tua Anda.
HAK MILIK Yudi hendra
Label: Tips Mengatasi Hubungan Yang Tidak Disetujui
Tips Mengatasi Hubungan Yang Tidak Disetujui
1. Cari Penyebabnya. Sebelum Anda melangkah lebih jauh, ada baiknya berusaha untuk memahami apa sebenarnya penyebab orang tua Anda tidak menyetujui hubungan Anda dan tidak menyukai pacar Anda yang sangat Anda sayangi tersebut, mungkin karena fisiknya, sikapnya, pergaulannya, pekerjaannya, atau keyakinananya atau bahkan kekayaannya.
2. Coba Berkompromi dan Jangan Menutup Hati. Langkah selanjutnya adalah upaya Anda untuk menjembatani perbedaan atau kekurangan yang ada tersebut –tentu saja sejauh Anda mampu. Misalnya apakah pacara Anda bisa memperbaiki cara bergaulnya, berusaha mencari peluang kerja yang lebih baik atau memperbaiki penampilan fisiknya. Sebaliknya, Anda juga jangan menutup hati dan gelap mata menganggap pacar Anda adalah yang terbaik bagi Anda. Cinta memang membutakan, namun cinta kadang juga memiliki expiry date ada saatnya –cinta sesaat yang menggebu bisa luntur oleh waktu pula. Gunakan acuan ini untuk membuka hati Anda bahwa pacar Anda bukan harga mati bagi hidup Anda dan sebaliknya orangtua Anda (mungkin) memiliki pertimbangan realistis yang terbaik untuk masa depan Anda.
3. Gunakan Second Opinion. Ada baiknya Anda mengurangi konflik langsung dengan kedua orang tua Anda dengan mencoba meminta ‘bantuan’ dari orang-orang terdekat mereka seperti kakek, nenek, saudara terdekat atau rekan-rekan orang tua Anda. Sampaikan pada mereka bahwa Anda sangat menyayangi pacar Anda. Minta tolonglah pada mereka untuk melakukan pendekatan kepada orang tua Anda. Mereka –para kolega- akan menjadi second opinion bagi orang tua Anda untuk mengambil keputusan melarang atau mengijunkan hubungan Anda.
4. Bersabar. Setelah usaha yang telah Anda lakukan, selalu saja mentah dan nihil hasinya, maka ada masanya Anda memang harus bersabar, menunggu hati ayah-ibu Anda luluh terhadap kegigihan hubungan Anda. Beberapa mekanisme yang dapat ditempuh dalam rangka mencairkan hati orang tua misalnya adalah pacar Anda -tanpa mengenal lelah hati- tetap membantu dan terus menyayangi Anda di kala Anda tengah mengalami kesulitan, pacar Anda tetap menghormati ayah-ibu Anda meski apapun perlakuan yang ia terima, atau orang tuanya yang senantiasa mencoba menjalin tali silaturahmi dengan orang tua Anda.
HAK MILIK Yudi hendra
Label: Tips Mengatasi Hubungan Yang Tidak Disetujui
Senin, 10 Oktober 2011
model & photografer
da beberapa teknik dasar yang digunakan oleh Fotografer dalam fotografi glamour model. Teknik-teknik ini digunakan dalam menciptakan gambar yang tidak hanya cantik alami tetapi juga diri ekspresif. Seluruh ide adalah untuk mendapatkan gambar terbaik dari model berpose yang konsisten dan komunikatif. Tugas bisa cukup menakutkan terutama ketika berkaitan dengan penempatan kepala model.
Penempatan kepala model dalam fotografi glamour selalu menjadi sumber pertikaian. Beberapa profesional bersikeras bahwa model mengambil serangkaian set pose dengan kepala miring pada sudut tertentu, sementara yang lain lebih suka yang model dipandu untuk mengubah alami. Pelaksanaan akhir dari tembakan di pose ini akan menentukan apakah atau tidak tujuan yang ditargetkan tercapai.
Sebagai tanduk hijau di daerah ini, akan lebih baik jika Anda menggabungkan dua teknik saat mencari headshot terbaik. Titik penting adalah untuk kedua model dan fotografer untuk memiliki pengetahuan tentang teknik berpose berbeda. Anda juga akan diminta untuk memiliki peralatan yang tepat dan staf untuk membantu Anda dalam mendapatkan foto-foto glamour model terbaik.
Seorang fotografer fashion yang berpengalaman mengembangkan banyak cara untuk membujuk model untuk berpose persis seperti yang mereka inginkan selama pemotretan. Seperti seorang fotografer dapat mengontrol model untuk berpose dengan cara yang berbeda tanpa harus benar-benar menunjukkan kepada mereka. Hal ini memerlukan memberikan saran dan memotivasi model psikologis sampai mereka menangkap drift dari apa yang diharapkan dari mereka.
Angker fotografer biasanya mendikte setiap pose model saat mengambil gambar. fotografer lain lebih memilih untuk memberikan model titik awal dari mana model dapat mulai bergerak sementara hasil menembak. Inti dari fotografi glamour model terletak pada komunikasi. Sebuah model berbakat harus bisa berpose tepat ketika petunjuk yang diberikan cerdas dan jelas. Mereka harus berusaha untuk mencapai penampilan alam untuk semua pose sementara tidak menunjukkan ketidaknyamanan atau kehilangan aspek berharga spontanitas. model fotografi Glamour sangat bergantung pada keterampilan model dan / kemampuannya untuk menyulap gambar yang diperlukan.
Sebagai seorang fotografer, Anda harus mengembangkan karisma yang akan mampu membuat model merasa rileks dan santai sambil menunjukkan pose yang berbeda. Adalah normal untuk model untuk merasa frustasi setelah diberi banyak arah yang tampaknya bertentangan. fotografer juga bisa menjadi frustasi dengan model jika mereka tidak menunjukkan inisiatif dan berulang kali gagal untuk mengikuti petunjuk. Hal ini dapat dengan mudah dielakkan dengan menyarankan posisi yang lebih untuk mendapatkan sudut yang lebih baik dan memberi model yang lebih luas kepala miring dan berubah.
Penempatan kepala model dalam fotografi glamour selalu menjadi sumber pertikaian. Beberapa profesional bersikeras bahwa model mengambil serangkaian set pose dengan kepala miring pada sudut tertentu, sementara yang lain lebih suka yang model dipandu untuk mengubah alami. Pelaksanaan akhir dari tembakan di pose ini akan menentukan apakah atau tidak tujuan yang ditargetkan tercapai.
Sebagai tanduk hijau di daerah ini, akan lebih baik jika Anda menggabungkan dua teknik saat mencari headshot terbaik. Titik penting adalah untuk kedua model dan fotografer untuk memiliki pengetahuan tentang teknik berpose berbeda. Anda juga akan diminta untuk memiliki peralatan yang tepat dan staf untuk membantu Anda dalam mendapatkan foto-foto glamour model terbaik.
Seorang fotografer fashion yang berpengalaman mengembangkan banyak cara untuk membujuk model untuk berpose persis seperti yang mereka inginkan selama pemotretan. Seperti seorang fotografer dapat mengontrol model untuk berpose dengan cara yang berbeda tanpa harus benar-benar menunjukkan kepada mereka. Hal ini memerlukan memberikan saran dan memotivasi model psikologis sampai mereka menangkap drift dari apa yang diharapkan dari mereka.
Angker fotografer biasanya mendikte setiap pose model saat mengambil gambar. fotografer lain lebih memilih untuk memberikan model titik awal dari mana model dapat mulai bergerak sementara hasil menembak. Inti dari fotografi glamour model terletak pada komunikasi. Sebuah model berbakat harus bisa berpose tepat ketika petunjuk yang diberikan cerdas dan jelas. Mereka harus berusaha untuk mencapai penampilan alam untuk semua pose sementara tidak menunjukkan ketidaknyamanan atau kehilangan aspek berharga spontanitas. model fotografi Glamour sangat bergantung pada keterampilan model dan / kemampuannya untuk menyulap gambar yang diperlukan.
Sebagai seorang fotografer, Anda harus mengembangkan karisma yang akan mampu membuat model merasa rileks dan santai sambil menunjukkan pose yang berbeda. Adalah normal untuk model untuk merasa frustasi setelah diberi banyak arah yang tampaknya bertentangan. fotografer juga bisa menjadi frustasi dengan model jika mereka tidak menunjukkan inisiatif dan berulang kali gagal untuk mengikuti petunjuk. Hal ini dapat dengan mudah dielakkan dengan menyarankan posisi yang lebih untuk mendapatkan sudut yang lebih baik dan memberi model yang lebih luas kepala miring dan berubah.
Langganan:
Postingan (Atom)